5 Alasan Lelaki Menjalin Hubungan dengan Lelaki

“Lelaki yang menjalin hubungan dengan lelaki lain belum tentu gay. Inilah rumitnya permasalahan hati dan kebutuhan di dunia ini,” kata Kak Sinyo Egie, founder Peduli Sahabat.

Sumber: Suara.com

Gay merupakan bentuk ketertarikan dengan sesama laki-laki dan sudah ditunjukkan dengan aksi, berbeda dengan SSA (Same Sex Attraction). Walau tertarik SSA masih belum tentu gay. Sedangkan seks anal, merupakan hubungan seksual melalui anus ataupun dubur.

Bagi heteroseksual, seks anal menjadi variasi dalam memuaskan hasrat seksual di ranjang. Sedangkan, bagi gay, cara ini merupakan satu-satunya jalan dalam menjalin hubungan seks. Kecuali oral ya (hubungan seksual dengan mulut).

Di masyarakat, kedua hubungan ini masih dianggap tabu. Walaupun tercium oleh media massa, tiada kata jera. Seperti yang terjadi di Aceh, MU (26) dan pasangannya TA (34) di tangkap di kontarakan. Dilansir dari kompas keduanya mengaku baru sekali melakukannya dan tertangkap oleh pemilik kontrakan.

Di Jakarta, pesta seks gay juga terjadi dan pernah tertangkap. Tidak tanggung-tanggung sejumlah 56 lelaki digrebek di salah satu apartemen di bilangan Jakarta Selatan. Semuanya diundang melalui grup WA. Bahkan, dari kabar yang beredar kegiatan ini masih berlangsung di beberapa tempat secara eksklusif.

Dari sekian banyak yang terjaring, sebagian beralasaan untuk bersenang-senang. Sebut saja Jaka. Jaka seorang perantau, ia beristi dengan satu buah hati. Di Jakarta, teman-temannya sering mengajak ke tempat hiburan. Dari sanalah petualangannya dalam hubungan sesama jenis dimulai.

Berbeda dengan Jaka, Brian (bukan nama sebenarnya) lebih memilih untuk menyembunyikan hubungannya dengan kekasih yang juga lelaki di kehidupan kampus dan lingkungan kerja. Ia lebih memilih menyembunyikan semuanya karena takut akan mendapat persekusi dari masyarakat.

Lalu, apakah keduanya masuk dalam gay? Gay sendiri terbagi ke dalam dua jenis. Primer, jika memang hanya memiliki ketertarikan dengan lelaki. Kepuasan seks pun dicapai dengan lelaki, seperti yang dilakukan Brian. Sedangkan sekunder, biasanya masih bisa berhubungan dengan perempuan. Jaka salah satunya.

Biseksual (ketertarikan dua jenis, lelaki atau perempuan) masih dianggap tabu di masyarakat. Inilah yang biasanya menikah seperti lelaki pada umumnya. Istilahnya, mereka tetap mempertahankan pernikahan, demi dianggap “normal” oleh masyarakat.

Bebicara mengenai gay memang menarik. Dunia mereka kecil, tetapi membawa efek besar bagi kehidupan masyarakat secara luas. Lihat saja kalau ada pasangan gay yang tertangkap. Bagaimana respon masyarakat?

  1. Menghujat
  2. Bersikap diskriminatif
  3. Menyalahkan

Apakah konsekuensi itu menyurutkan lelaki untuk menghentikan petualaanga nmereka ke dalam Pulau Pelangi? Tidak juga.

Di bawah ini, ada beberapa alasan mengapa lelaki lebih menyukai lelaki:

Bebas dari kehamilan

Dalam pernikahan, tanggung jawab lelaki itu besar. Selain menafkahi lahir batin juga menjadi penanggung jawab. Di dalam kehidupan sehari-hari, kehidupan pernikahan pun tak selalu mulus. Permasalahan demi permasalahan datang silih beganti.

Pasangan lain ada juga yang adem ayem, tetapi menimbun kebosanan di dalamnya. Ini juga bisa menjadi pemicu untuk mencari pelarian dengan pasangan yang sekiranya mau memahami tanpa memedulikan jenis kelamin.

Bagaimana dengan mereka yang belum menikah? Naluri lelaki untuk berhubungan itu terbentuk sejak mereka kecil. Lebih cepat dari pada pekembangan seksualitas peempuan. Penyaluran yang salah dapat membuat mereka menyeah pada nafsu.

Secara alami, bila berhubungan dengan perempuan, risiko kehamilan terjadi. Merawat anak itu membutuhkan biaya banyak. Dari awal lahir kita memerlukan susu, pakaian, popok, dan keperluan lain. Menjelang anak-anak, memerrlukan uang jajan, rekreasi, makan dan juga pendidikan. Pun dengan setelahnya, masih harus menyekolahkan lagi, menikahkan, membuatkan rumah, dan masih banyak lagi.

Semuanya membutuhkan uang. Di masa sulit seperti ini, uang menjadi sesuatu yang sensitif. Belum lagi kalau yang bersangkutan memiliki keluarga inti dengan istri dan anak.

So, bisa dibayangkan bagaimana liciknya manusia yang menggunakan alasan ini untuk mempebolehkan hubungan sesame jenis?

Bebas dari curiga

Jika dalam satu kos tedapat lelaki dan perempuan banyak yang menaruh curiga. Bagaimana kalau yang ada di sana dua lelaki?

Inilah keuntungan yang dimanfaatkan oleh mereka. Menghilangkan kecurigaan dan prasangka dari orang di sekeliling dengan menggunakan hubungan pertemanan.

Pola perilaku seperti ini tidak saja dilakukan oleh orang yang berpasangan, tetapi juga telah dilakukan oleh sebagian remaja. Di masa muda yang penuh gejolak dan tantangan, seks anal merupakan perilaku seksual yang mampu memuaskan hasrat dengan risiko yang dirasa lebih sedikit.

Bebas tuntutan

Hubungan sejenis dianggap sebelah mata oleh masyarakat. Pelakunya pun lebih banyak yang bersembunyi. Kalaupun dua lelaki menjalin hubungan, sebagian besar dari mereka lebih memilih untuk menutup mulut.

Pun kalau hubungan itu akhirnya terkuak. Bukti yang ada justru melemahkan argumen. Belum lagi kalau netizen ikut campur di dalamnya. Rasa malu akan cibiran membuat hubungan terlarang ini tersimpan rapat.

Apa yang mau dituntut?

Melakukan seks dengan perempuan itu membosankan

Variasi menjadi alasan selanjutnya. Selama ini, perempuan dianggap memalukan kalau menunjukkan ketertarikan tinggi di atas ranjang. Padahal sebenarnya mereka butuh.

Perempuan diibaratkan mutiara harus selalu dijaga dan disimpan, kalau sampai menunjukkan sesuatu yang binal masih dianggap tabu. Inilah pespektif yang salah kaprah.

Dalam Islam sendiri, kita diharapkan memuaskan pasangan. Pun salah satunya melalui hubungan seksual. Sayang, sebagian perempuan yang sudah dilabeli baik sepeti ustazah, guru, ataukah muslimah terhormat justru mengesampingkan hal ini. Inisiatif lebih didominasi oleh kaum lelaki.

Nah, ini pentingnya kita belajar seksualitas. Perempuan tahu seks dari mana? Ini anggapan yang selama ini dipegang oleh masyarakat, di antaranya:

  1. Melihat film porno
  2. Diajari laki-laki
  3. Seorang dokter atau tenaga keshatan yang mempelajari anatomi manusia.

Nah, stigma seperti ini menjadi pemicu untuk melampiaskan dengan cara lain, salah satunya dengan pasangan sejenis.

Nikmatnya disodomi karena prostat.

Bagi lelaki, seks anal bisa saja menawarkan sensasi menyenangkan. Hal ini dikarenakan seks anal bisa membuat prostat (kelenjar di dekat kandung kemih yang menghasilkan cairan prostat) terangsang.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *