Bertemu Bocil di Rumah Sakit, Hati Menjadi Lebih Sensitif

Trigger

Siang semakin terik, tetapi hati tetasa tak keruan. Entah rindu rumah, ingat pada bocil, memikirkan nasib suami atau justru tiba-tiba stres dengan perkataan mertua. Ah, entahlah. Tiba-tiba hari ini ingin menggalau saja.

Saya mengirim pesan ke adik, menanyakan perihal keseharian bocil. Untungnya ia dalam keadaan terkondisikan dan terkontrol.

Saya pun tiba-tiba nyeletuk untuk mengajak bocil ke rumah sakit kalau adik menjenguk. Bisakah? Peraturan di rumah sakit memungkinkan dirinya untuk datang. Lama. Tak ada jawaban. Ah, mungkin ia belum bisa melakukannya.

Azan Dhuhur terlewat, samar, tiba-tiba terdengar suara bocil dari luar ruangan. Ah, mungkin halusinasi. Namun, saat saya mau melanjutkan istirahat di sebelah suami, pintu terbuka lebar. Ada bocil, adik dan juga bapak mertua. Di mana ibu mertua? Sedari kemarin ia sudah berada di rumah sakit bersama saya.

Ya, Allah. Seperti inikah rindu itu?
“Ibu kenapa di sini? Kapan ibu pulang?”
Masih banyak pertanyaan yang sejatinya entah bagaimana menjawabnya. Saya pun tersenyum.

Bocil terlihat senang dan penasaran dengan apa yang ada di ruangan. Tak butuh waktu lama untuk menarik minatnya pada ruang perawatan ini. Ranjang pasien dimainkan, infus dipegang, kateter pun tak luput dari pengamatannya.

“Bu, lapar,” ujar bocil saat mendekati saya yang sibuk mengamati polah dan tingkahnya.

Adik yang semula duduk di sofa mendekat, “Kamu sudah makan lo tadi, barusan sebelum berangkat pula.”

Seakan tak menghiraukan, bocil tetap minta disuapi. Ia pun memelul manja. Saya pun senang dan menyanggupinya.

Entah kesambet apa, saat menyuapi bocil saya merasa bad mood dengan perkataan mertua. Padahal sebelumnya, kami tak ada masalah saat menjaga suami. Entahlah, mendengar ia banyak bicara dan banyak ingin tahu membuat saya tiba-tiba kesal.

“Ibu kenapa? Kok kelihatan marah?”

Pertanyaan bocil menarik ingatan saya pada realita. Selepasnya, saya pun segera berpamitan keluar dengan alasan mau salat.

Memberikan Penjelasan secara KISS (Keep It Short and Simple)

Saat bocil kali pertama menunjukkan ketertarikannya pada ruangan, saya menjelaskan layaknya guide tour. Yah, sesuai dengan bahasanya, sebisa mungkin saya menjelaskan secara ringkas dan simpel.

“Itu ranjang bisa naik turun, agar Bapak tidak mudah capek. Kan Bapak belum bisa jalan,” ujar saya saat bocil memainkan remot dan menekan tombol di samping ranjang.

“Itu untuk selang pipis, Nak. Bapak sakit di bagian salurannya jadi dibantu dengan alat itu.”

“Mengerikan ya, Bu. Warna nya merah.” Bocil bergidik dan menjauh dari ranjang suami.

Ah, bersama bocil kadangkala menciptakan percakapan yang kadang tak masuk akal, tetapi nyatanya sangat menyenangkan.

Instropeksi Diri dan Meminta Bantuan

Dalam hal ini, saya sendiri tahu apa yang menyebabkan semuanya berubah. Namun, sebisa mungkin saya usahakan untuk segera mengatasi.

Meminta bantuan Allah untuk melapangkan dada adalah jalan utama. Walau terasa sulit, ucapan Astaghfirulloh tak terlepas dari mulut. Ya, Allah kenapa hati ini jadi sangat lemah?

Saat saya kembali ke ruang perawatan, suami seakan menyadari atas apa yang terjadi. Sempat ia mencoba membuka pertanyaan, tapi tak ada yang mampu menembus rasa kesal dan sesak di dada.

Kesempatan kedua datang saat suami minta tolong di antar ke kamar mandi. Ia belum bisa BAB sendiri. Sembari membenarkan letak urine bag dan infus, kami berbincang. Hanya ada kami berdua. Tak ada mertua, adik ataupun bocil.

“Kenapa? Apa salahku?”

Di saat seperti itu alasan dan rasa dongkol akhirnya dapat tersalurkan. Suami mendengar dan tak memotong. Ia pun dengan sukarela menjadi sasaran kekesalan yang sejatinya bukan untuk dirinya.

“Sudah lega?”
Saya pun hanya tersenyum malu.

Sore itu, semuanya ditutup dengan adegan bocil yang mengganggu kebersamaan kami. Ia mengetuk pintu terus terusan karena kebelet pipis.

“Bapak ibu ngapain di kamar mandi? Ibu tersenyum? Sudah ndak marah?”

Kami pun tertawa bersama di kamar mandi.

#tantanganzona2
#harike-14
#bundasayang8
#institutibuprofesional
#ibuprofesionaluntukindonesia
#bersinergijadiinspirasi
#ip4id2023

Related Posts

18 thoughts on “Bertemu Bocil di Rumah Sakit, Hati Menjadi Lebih Sensitif

  1. เล่น เกมใหม่ pg รวมโปรโมชั่นสล็อตทุนน้อยได้แล้ววันนี้ เพียงแค่ท่านสมัคสมาชิกกับ pgslot.mx เว็บสล็อตดีๆ ที่รวบรวมเกมสล็อตไว้มากกว่า 200 เกม เว็บของเราจะทำให้ท่านได้ไปสัมผัสประการณ์เล่นสล็อตที่ไม่เหมือนกับเว็บอื่นๆ แน่นอน แถมท่านยังจะได้รับโปรโมชั่นดีๆ อีกมากมายเลยทีเดียว รับรองว่าท่านจะไม่มีวันผิดหวัง เรายังมีการอัพเดทระบบให้มีความทันสมัยอยู่ตลอดเวลา รับรองหากท่านเข้ามาใช้บริการ

  2. Please let me know if you’re looking for a author for your blog.
    You have some really good articles and I feel I would be a good asset.

    If you ever want to take some of the load off, I’d absolutely love to write some articles for your blog in exchange for
    a link back to mine. Please shoot me an email if interested.
    Cheers!

  3. I was just seeking this information for a while. After 6 hours of continuous Googleing, at last I got it in your site. I wonder what is the lack of Google strategy that don’t rank this kind of informative websites in top of the list. Normally the top sites are full of garbage.

  4. Just as much as I did, I relished what you accomplished here. Your language is elegant and the drawing is enticing, yet you appear rushed to get to the next thing you should be providing. If you keep this walk safe, I’ll come back more often.

  5. I do believe all the ideas youve presented for your post They are really convincing and will certainly work Nonetheless the posts are too short for novices May just you please lengthen them a little from subsequent time Thanks for the post

  6. Magnificent beat I would like to apprentice while you amend your site how can i subscribe for a blog web site The account helped me a acceptable deal I had been a little bit acquainted of this your broadcast offered bright clear idea

  7. Thanks I have just been looking for information about this subject for a long time and yours is the best Ive discovered till now However what in regards to the bottom line Are you certain in regards to the supply

  8. I do trust all the ideas youve presented in your post They are really convincing and will definitely work Nonetheless the posts are too short for newbies May just you please lengthen them a bit from next time Thank you for the post

  9. Seeing how much work you put into it was really impressive. But even though the phrasing is elegant and the layout inviting, it seems like you are having trouble with it. My belief is that you ought to try sending the following article. If you don’t protect this hike, I will definitely come back for more of the same.

  10. Its like you read my mind You appear to know so much about this like you wrote the book in it or something I think that you can do with a few pics to drive the message home a little bit but other than that this is fantastic blog A great read Ill certainly be back

  11. I simply could not go away your web site prior to suggesting that I really enjoyed the standard info a person supply on your guests Is going to be back incessantly to investigate crosscheck new posts

  12. I have read some excellent stuff here Definitely value bookmarking for revisiting I wonder how much effort you put to make the sort of excellent informative website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *