FORTUNE Indonesia Summit 2022: Potret Pentingnya Generasi Milenial dan Generasi Z Memaknai Media Masa Depan

Perhelatan FORTUNE Indonesia Summit 2022 telah rampung. Namun, Kegiatan yang terlaksana selama 2 hari (18-19 Mei 2022) itu masih menyisakan euforia akan talkshow dan kehadiran orang inspiratif dari multi-stakeholder dan business person di Indonesia.

Acara akbar perdana dari FORTUNE Indonesia setelah pandemi menghadirkan di antaranya, Angela Tanoesoedibjo, Belinda Tanoko (Direktur Utama Tanrise Property), Dyota M. Marsudi (Presiden Direktur Aladin Syariah) dan Umesh Phadke (Presiden Direktur L’Oreal Indonesia).

Sumber: IDN Media

Dari sekian tamu yang datang ada yang menarik perhatian saya, Raffi Ahmad. Lebih tepatnya, di antara orang inspiratif lainnya saya lebih mudah mengenali sosok orang yang digadang sebagai Sultan Andara itu. Yah bagaimana pun, sebagai ibu rumah tangga yang jauh dari kata bisnis, saya cenderung lebih dekat dengan dunia entertaiment. Apalagi kalau berhubungan dengan gosip, eh!

Siapa yang tidak mengenal Raffi Ahmad? Dalam dunia hiburan ia terbilang senior dari segi akting, MC ataukah pembawa sensasi. Pun dalam bidang keberuntungan, ia bisa dibilang mujur. Kenapa? Di antara skandal dan keterlibatannya dengan BNN ia bisa kembali ke dunia entertaiment dengan mempertahankan eksistensi. Bahkan lebih!

Pun dengan pernikahan dengan Nagita Slavina di tengah popularitasnya sebagai cowok playboy, menjadi sorotan tak terelakkan. Namun, ada yang berbeda dalam acara yang di selenggarakan di hotel The Westin, Jakarta itu. Raffi Ahmad diundang bukan hanya sebagai penghibur tetapi juga sebagai Chairman RANS Entertainment. Bersama Hartono (Managing Director EMTEK) dan Winston Utomo (Founder & CEO IDN Media), mereka membahas The Future of Media.

Perubahan Bisnis di Dunia Entertainment Melalui Media

“One step at a time for a better Indonesia”

(Winston Utomo)

Pandemi secara tidak langsung membawa dampak luar biasa bagi perkembangan media saat ini. Mau diakui ataukah tidak, di tengah perjuangan di rumah saja menumbuhkan bisnis baru yang sebelumnya dipandang sebelah mata.

Sumber: Katadata 2020

Dulu, siaran konvensional dianggap jalan terbaik untuk bisa menanjakkan karir bagi pelaku entertaiment. Artis berkembang dan bergantug berdasar siaran TV. Iklan pun juga demikian. Branding dimulai dan dibangun berdasar ketentuan acara siaran. Semakin banyak job maka semakin terkenal.

Namun, kalau sekarang media sosial berkembang lebih cepat. Ponsel telah bergeser menjadi kebutuhan pokok. Kebutuhan dan keingintahuan akan informasi membuat masyarakat kita cenderung lebih banyak menghabiskan waktu di media sosial. Duduk, bekerja dan rebahan pun dilakukan bersama ponsel. Entah mau melihat video, mengunggah momen ataukah sekadar scroll berita dan hiburan.

Sebagai pembuka dalam menanggapi perbedaan media konvensional dengan media sosial yang ada, Raffi (panggilan akrabnya) bercanda akan isu perselingkuhan yang dialami. Dalam waktu sekian menit berita itu sudah di blow up di ig, facebook, tik tok dan media lain. Sedangkan siaran TV baru menyiarkan berita itu beberapa jam kemudian ataukah keesokan harinya.

Perbedaan waktu ini menjadi celah besar bagi kita untuk mengambil kesempatan dan peran.

Apiida Sokoomah

Raffi adalah potret generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan yang ada. Job di media konvensional menurun, ia membuka peluang di Youtube. Di bawah naungan channel Rans Entertainment, ia mampu mengumpulkan subscriber 23,7 juta dan bersaing dengan Atta Halilintar, Baim Wong serta Ria ricis,

Angka itu bisa dikatakan sangat fantastis. Sebagai salah satu jalan untuk mengumpulkan pundi-pundi uang, Youtube pun dikelola secara profesional.

Belum lagi dari endorse di ig. Followers 61,7 juta dari akun raffinagita1717, menjadi gambaran kalau ia dan keluarga masih sangat dicintai oleh masyarakat Indonesia. Tidak hanya anak muda, ibu-ibu sekarang pun sudah seperti kenal Raffi dari vlog ataukah video keseharian mereka.


“Partnership is like a marriage”.

(CEO Adaro Energy, Garibaldi Thohir sesi “Growing Beyond Core Business”.)

Konten, Jembatan Antara  Momen  Tak Terduga dengan Kesempatan Emas.

Kolaborasi media konvensional dan media baru perlu dilakukan untuk meningkatkan impact pada masyarakat.

Dinamika seputar media tak ada habisnya. Termasuk fakta bahwa content is the king. Semakin menarik konten, viewers atau audiense juga akan semakin melonjak dan menggila. Namun, apakah semua konten dapat berpotensi untuk selalu viral atau trending?

Jawabannya belum tentu. Semisal dalam Youtube, ada jatah 50 video trending. Padahal menurut Randy Jusuf, Managing Director Google Indonesia ada lebih dari 600 youtuber dengan viewers di atas 1 juta. Itu baru tahun 2019 lo!

Bagaimana dengan sekarang? Adakah kesempatan baru untuk kreator konten baru dalam menampilkan konten yang unik, orisinil dan berkualitas?

Biar tidak kecele, yuk kita kulik rahasia dari Raffi Ahmad, Hartono dan Winston Utomo untuk bertahan di tengah derasnya arus media hingga perencanaan media di masa depan:

Berkaca dari PT Elang Mahkota Teknologi (Grup EMTEK) dan IDN Media, perlu adanya adaptasi yang dinamis

Bila Sobat belum kenal EMTEK, coba lihat siaran TV tercinta Emak kita di rumah, ada SCTV dan Indosiar. Kedua siaran TV itu termasuk dari program Divisi media EMTEK.

Seiring berkembangnya waktu, penikmat siaran TV menurun. Demi bisa bertahan di tengah pandemi EMTEK menyediakan beragam konten video dengan beda durasi. Ada long, mid, short video dan juga live streaming. Sedangkan siaran TV menjadi pelengkap.

Bagi IDN Media yang memiliki pasar anak muda, mereka mengembangkan aplikasi. Selain menyajikan berita dan hiburan juga memfasilitasi kreatifitas anak muda dengan menjadi Streamer atau audiense di IDN Live. Pun untuk perkembangan bisnis ada Fortune yang siap siaga menyajikan kebutuhan anak muda zaman now yang tertarik pada dunia bisnis.

Sudahkah kita beradaptasi pada perubahan ataukah hanya mengikuti arus yang ada? Pertanyaan ini perlu dijawab untuk bersiap bersaing dengan kreator konten lainnya.

Kreator konten, profesi baru nan menjanjikan

Seiring dengan perkembangan konsumsi media yang tengah menggila di masyarakat, bermunculan kreator konten dari segala umur hingga penjuru Indonesia. Ada yang membahas kuliner, percintaan, life style, hidup sehat, tanaman, olahraga, konten lucu hingga horor.

Jika kita ingin mengambil peluang. Perlu adanya analisis kecil di tengah konsumsi media ini. Coba saja cari konten yang dilihat berulang dan lebih dari lima menit. Dari data yang ada, kita nantinya tak perlu khawatir dan bingung memilih konten yang akan kita jadikan niche ke depannya.

Berinovasi untuk membentuk konten orisinal dengan mempertahankan kualitas

Inovasi tak harus baru, tetapi kita bisa memulainya dengan menerima segala perubahan yang ada. Salah satu contoh sederhana seperti Youtuber. Zaman saya kecil Youtuber tak ada, tetapi di masa sekarang itu menjadi pekerjaan yang bisa menjanjikan.

Nah, bagi kreator konten, salah satu hal mendasar yang perlu dilakukan adalah belajar dan praktik. Belajar dari pengalaman orang lain, sekaligus praktik untuk mengetahui trial dan error yang ada.

Dalam hal ini, usaha Raffi Ahmad tak perlu diragukan. Berbekal siklus dan pergaulannya, ia selalu mencoba usaha baru demi mendulang pundi-pundi rumah. Mulai dari usaha kuliner, media hingga bisnis juga dijabanin.

Adanya maintenance dan memiliki visi ke depan

Maintenance dapat menjadi bukti keseriusan kita dalam memelihara sesuatu. Hal ini dapat dilihat bagaimana perkembangan yang terjadi di IDN Media. IDN Media yang berfokus pada gen Z dan Milenial selalu mengembangkan unit bisnis dari empat pilar, entertainment, digital media, content platform, dan commercial.

Sementara, RANS Entertaiment yang sebelumnya mengakusisi Cilegon United FC merambah ke media baru yaitu metaverse. Menurut Raffi, peluang bisnis digital dan kegemaran anak muda terbuka lebar dari berbagai sisi. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, Raffi pun menekankan agar kita tidak boleh memandang sebelah mata pada perubahan yang baru.

Pun dengan kita, saat membuat konten perlu adanya visi yang jelas. Beralasan menambah pengalaman boleh, tetapi bukan berarti dapat serampangan.

Berkembang Melalui Media

Perjalanan mereka tidak mudah. Namun, mereka tidak pernah menyerah. Mereka adalah pejuang yang berhasil menjadi pemenang.

Winston Utomo, Founder & CEO IDN Media.

Arief Muhammad (31), Kreator Konten

Angga Dwimas Sasongko (37), Sutradara, Produser, CEO Visinema

Rich Brian (22), Pemusik

Nicole Zefanya (23), Pemusik

Reza Rahadian Matulessy(34), Aktor

Raffi Ahmad (35), Selebriti & Pengusaha

Adakah yang mau seperti mereka? Mereka menjadi bagian dari dunia entertaiment sekaligus media yang mendapat penghargaan Fortune Indonesia 40 Under 40.

Melihat dampak dan juga karya mereka, sudah selayaknya bagi Sobat yang ingin terjun ke media ataukah berkecimpung di dalamnya, wajib mengenali sosok mereka.

FORTUNE Indonesia Summit 2022

Kehadiran tiga tokoh dalam media saat ini menjadi bukti kalau acara FORTUNE Indonesia Summit 2022 memang bukan main-main. Bila Sobat tertinggal akan acaranya, bisa kenalan dulu nih, siapa tahu acara serupa di tahun depan dapat mengikuti?

FORTUNE Indonesia Summit  diselenggarakan untuk meningkatkan minat kaum muda akan dunia bisnis dan selingkungnya. Acara ini diselenggarakan oleh FORTUNE Indonesia. Dengan mengemas dalam bentuk talkshow dan acara penghargaan di satu forum, acara ini melibatkan multi-stakeholder dan business person paling berpengaruh di Indonesia.

Bertemakan impact, sustainability, dan growth. Topic yang dibahas pun beragam. Mulai dari market, business, finance, tech, leadership, hingga sustainability. 

Nah, khusus untuk tahun 2022 ini ada pemberian penghargaan FORTUNE Indonesia 40 Under 40. 

Sumber: IDN Media

Daftar Fortune Indonesia 40 Under 40

  1. Anderson Tanoto (33), Managing Director Rge Pte Ltd
  2. Achmad Zaky (35), Co-founder Bukalapak, Founder Init-6, dan Achmad Zaky Foundation
  3. Anderson Sumarli (27), CEO dan Co-founder Ajaib
  4. Adamas Belva Syah Devara (31) CEO Ruangguru dan Iman Usman (30), COO Ruangguru
  5. Belinda Tanoko (39), Direktur Utama Tanrise Property
  6. Erastus Radjimin (35), Founder & CEO Artotel Group
  7. Dyota Marsudi (32), CEO Bank Aladin Syariah
  8. Edward Tirtanata (33), Co-founder & CEO Kopi Kenangan dan James Prananto (33), Co-founder & Chief Business Officer Kopi Kenangan
  9. Muhammad Fajrin Rasyid (35), Direktur Digital Business Telkom Indonesia
  10. Ernest Saudjana (38), Managing Director & Partner Boston Consulting Group
  11. Ferry Unardi (34), CEO & Co-founder Traveloka
  12. Farell Grandisuri Sutantio (35), Presiden Direktur & Grup CEO PT Cisarua Mountain Dairy (Cimory)
  13. Gibran Huzaifah (32), CEO Efishery
  14. Handhika Wiguna Jahja (33), Executive Director Shopee
  15. Jonathan Tahir (34), Group CEO Mayapada Healthcare
  16. John Marco Rasjid (36) & Christopher Madiam (39), Co-Founder Sociolla
  17. John Riady (36), CEO Lippo Karawaci & Direktur Lippo Group
  18. Kevin Aluwi (35), CEO Gojek
  19. Maya Watono (39), Direktur Pemasaran Injourney
  20. Melissa Siska Juminto (34), COO Tokopedia
  21. Oscar Darmawan (36), CEO Indodax
  22. Roderick Purwana(39), Managing Partner East Ventures
  23. Michael Widjaja (39), Group CEO Sinar Mas Land
  24. Michael Soerijadji (37), Co-founder & Managing Partner AC Ventures
  25. Michael William P. Soeryadjaya (36), Presiden Direktur PT Saratoga Investama Sedaya Tbk
  26. Arief Muhammad (31), Kreator Konten
  27. Angga Dwimas Sasongko (37), Sutradara, Produser, CEO Visinema
  28. Rich Brian (22), Pemusik
  29. Nicole Zefanya (23), Pemusik
  30. Reza Rahadian Matulessy(34), Aktor
  31. Raffi Ahmad (35), Selebriti & Pengusaha
  32. Angela Tanoesoedibjo (34), Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
  33. Nadiem Anwar Makarim (37), Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  34. Gibran Rakabuming Raka (34), Wali Kota Solo
  35. Emil Dardak (37), Wakil Gubernur Jawa Timur
  36. Putri Indahsari Tanjung (25), Staf Khusus Presiden dan Founder Creative Experience Office (CXO)
  37. Eko Yuli Irawan (32), Atlet Angkat Besi
  38. Greysia Polii (34) dan Apriyani Rahayu (23), Atlet Bulu Tangkis 
  39. M. Alfatih Timur (29), CEO dan Founder Kitabisa.com
  40. Sharlini Eriza Putri (34), Co-founder dan CEO Nusantics

Yuk, yang mau tahu keseruan acaranya berlangganan Majalah Fortune Indonesia selama setahun melalui Official Store Fortune Indonesia di Tokopedia. Dapatkan tiket dan menjadi agen perubahan di masa pendatang.

Sumber: Tokopedia

Related Posts

11 thoughts on “FORTUNE Indonesia Summit 2022: Potret Pentingnya Generasi Milenial dan Generasi Z Memaknai Media Masa Depan

  1. Sebuah acara yang digelar bergengsi, semoga memberikan kontribusi bagi dunia bisnis terutama di Indonesia ya, Mbak, selain itu juga muncul para pebisnis² lainnya yang lebih giat dalam mengkampanyekan apa yang menjadi poin dari founder dan CEO IDN Media

  2. takjub berat sama mereka yang sukses sebelum 40 tahun. Ternyata founder Ajaib pun di bawah 30 ya, keren abiiis. Masih setaun lagi niih nunggu acara keren ini hadir lagi … penasaran kek apa lagi event-nya

  3. Nah iya … Generasi Milenial dan Generasi Z perlu belajar banyak di Fortune Indonesia Summit, banyak pengusaha muda juga narasumbernya kan, ya.

  4. Yups, aku pun cukup kagum dengan salah satu pembicara di acara ini. Karena selain sebagai artis, ia nggak pernah berhenti belajar dan merambah dunia bisnis. Salut deh!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *