Fujoshi itu Memalukan, Benarkah?

Perasaan malu tidak hanya dirasakan oleh satu orang saja, tetapi beberapa remaja yang saya temui mengatakan hal senada. Namun, kenapa fujoshi semakin marak? Bahkan, justru semakin berkembang pesat.

Sebut saja Mira, ia hidup sebagai fujoshi sudah lebih lima tahun. Itu pun disembunyikan dari keluarga. Malam menjadi waktu ternyaman untuk melihat manga atau anime Boys Love (BL). Kamar pun telah disulap untuk menjadi markas yang dipenuhi alibi di setiap sudutnya. Meja dan tempat tidur di susun sedemikian rupa menghadap pintu untuk mengantisipasi siapa yang datang. Hal lain yang dilakukannya adalah menaruh kamus tebal di ranjang tempat tidur ataupun di meja belajar.

Selain Mira masih ada Nika, dia berasal dari keluarga berada. Kehidupan hariannya pun berjalan layaknya remaja lain, bermain, berpacaran, dan belajar. Namun, di sela semua itu, ia penggemar kpop, terlebih segala sesuatu yang berhubungan dengan cerita BL di antara idola. Bahkan, ia dengan senang hati menuangkan fantasinya dalam wattpad.

Sebelum kita mendakwa perilaku Mira dan Nika salah atau benar, kita perlu tahu apa itu fujoshi.

Yaoi

fujoshi dan yaoi bagaikan pemilik dengan rumahnya. Yaoi (boys love) merupakan subgenre dari genre komik di Jepang. Jadi, komik itu tidak hanya Doraemon ataupun Sinhan saja. Sama seperti buku fiksi lainnya, jenis komik pun banyak. Selain yaoi juga ada yuri, dalam dunia aslinya berarti lesbi. Untuk penggemarnya bernama fudanshi.

Yaoi merupakan cerita fiksi gay. Dalam anime (film animasi atau kartun buatan jepang) dan manga (komik), cerita dapat dikemas ke dalam triller, petualangan, kerajaan, sekolah ataukah yang lain. Ceritanya sendiri lebih banyak menekankan kepada unsur seksualitas daipada kisah pecintaan tokoh-tokohnya.

Nah, bagi penggemar komik yang merasa yaoi terlalu vulgar biasanya meeka lebih memilih membaca shounen ai. Cerita hampir sama tetapi lebih shoft dalam penyampaiannya.

Tokoh dalam yaoi, biasanya disebut seme dan uke. Seme sebutan bagi karakter dominan. Dalam hubungan normal biasanya memegang peran laki-laki. Sedangkan uke sebaliknya, berperan sebagai perempuan. Namun, ada juga yang kurang setuju dalam penyebutan tersebut dan lebih suka dengan istilah top dan bottom.

Lebih mudahnya, ada beberapa hal yang dapat dilihat dalam sebuah cerita yaoi, di antaranya:

  1. Adegan seksual mendominasi sebagai representasi dri cinta antar tokoh.
  2. Identitas heteroseksual dipertahankan sebagai konflik walaupun menjalani aktivitas homoseksual. Misal, menikah, memiki anak, dll.
  3. Peran seme dan uke dilihat dari penampilan fisik, sifat yang ditunjukkan, ataukah siapa yang mendominasi permainan di atas tempat tidur.
  4. Peran seme dan uke tidak dapat dibalik. Namun, dalam menjalani hubungan seksual, posisi bottom ataupun top masih bisa di balik.
  5. Interaksi seksual biasanya diakhiri dengan hubungan anal.

Fujoshi

Dulunya, fujoshi merupakan bentuk perjuangan perempuan dalam mengekspresikan diri agar bisa setara denagn lelaki. Namun, seiring berjalannya waktu digunakan untuk peempuan yang menggemari manga yaoi. Seorang penikmat komik/ anime Boys Love (BL).

Dalam dunia nyata, seorang fujoshi bisa berdiri sendiri ataukah tergabung dalam sebuah komunitas. Fujoshi manga yang lebih mengembangkan imajinasinya dari sebuah cerita yaoi dibaca. Komunitas yang terbentuk pun disesuaikan dengan nama manga atau tokoh,  misal komunitas Sekaiichi Hatsukoi.

Sekaiichi Hatsukoi
zerochan.net

Ada juga yang menjadi fujoshi kpop. Dalam hal ini, imajinasi cerita berasal dari idol korea. Cerita yang disajikan lebih mengarah ke hubungan intim di antara idol yang diidolakan. Kadang cocoklogi juga dijadikan ilmu dasar. Istilahnya interaksi idol yang tertangkap kamera ataukah tidak, dianalisa dan dibuat sebuah cerita dalam bentuk fans fiction. Cerita yang sering terdengar Vkook (V/ Taehyung dan Jungkok) BTS, kaiso (Kai dan D.O) EXO, ada juga Chanbaek (Chanyeol dan Baekyun EXO).

Selain dari dua jenis di atas, imajinasi seorang fujoshi juga berasal dari film bergenre BL. Thailand menjadi salah satu pemroduksi film yang ditunggu. Cerita yang diusung beragam. Berlatar dunia kampus atau dunia kerja (perkantoran), cerita BL ini pun terjadi. Sebut saja 2gether the serise, UWMA (Until We Meet Again), Love by Chance the series,  Fish Upon The Sky, dan masih banyak lagi.

TOGETHER THE SERIES
UWMA (UNTIL WE MEET AGAIN)

Ini baru dari Thailand, belum lagi dari China, Taiwan, Prancis. Semuanya mengeluarkan film genre BL secara terbuka. Cerita yang diambil pun ada yang berasal dari novel, kehidupan nyata ataukah memang sekadar cerita fiksi.

Untuk dapat melihat film ini, kita bebas mengaksesnya di youtube atau aplikasi yang memang menyediakan film seperti ini. Film yang masih susah untuk dicari dapat diakses jika kita mengikuti sebuah komunitas yang tersebar di telegram, grup WA ataupun grup Fb.

Syarat untuk dapat masuk komunitas ini biasanya dilihat dari umur (> 18 tahun), yang lainnya beragam missal harus follow ig, fb, ataukah memberikan komentar di setiap postingan, atau yang lain.

Pengalaman sebagai Fujoshi

Saya mengenal komik sejak SMP. Komik pertama yang tuntas dalam sekali baca berjudul Dunia Mimpi, menceritakan petualangan seorang gadis (Noriko) dari dunia modern yang terdampar di masa  lampau dan betemu iblis yang bernama Izaku. Semacam Inuyasha, petualangan demi petualangan membuat dekat dan jatuh cinta.

Sejak saat itulah saya rela menyewa komik dengan menyisihkan uang saku. Kalau anak sekarang pasti tidak merasakannya, karena penyewaan ini sudah hilang. Waktu pun berlalu, kecintaan pada komik mengalami titik jenuh, romance yang ditampilkan hampir mirip dengan segala sesuatu yang kadang tak masuk akal. Namun, di zaman itu saya masih tetap cinta pada komik.

SMA semuanya mereda, tetapi menjelang kuliah dengan akses internet yang kian tak terbatas membuat saya beralih ke manga online. Di saat itulah saya mengenal yaoi dan manga pertama yang menarik perhatian saya adalah Sekaiichi Hatsukoi. Pergolakan Onodera Ritsu dalam menerima cinta Takano Masamune, memberikan gambaran kalau dunia BL itu lebih berat.  Berawal dari manga satu sapa pun berlaya ke anime bahkan dunia fim per BL-an.

Apakah menjadi fujoshi memberikan manfaat?

Dalam hal perkembangan pikiran, ada sebuah pertentangan. Dalam agama ataupun masyarakat, dunia BL dilarang. Namun, dalam hal mencari kepuasan dan tantangan akan sebuah cerita, BL membawa pengalaman baru.

Hal yang paling dirasa mengganggu adalah fantasi yang terkadang tiada terkontrol. Apalagi kalau melihat kedekatan dua orang lelaki dengan segala ciri dan sikap yang ditujukan, prasangka mengarah ke hubungan BL semakin mengakar.

Selain itu, sisi positif yang terasa adalah kemampuan untuk berbahasa inggris dan pemandangan suatu hubungan. Selama ini, cerita BL yang saya rasa berkualitas masih diterjemahkan ke dalam bahasa inggris, seperti karya penulis Chai Jidan, novel Addicted dan Advance Bravely.

Dalam mengambil hikmah, saya tidak mau menghakimi mereka yang memilih jalan untuk menjadi homoseksual dengan segala konskuensi yang ada. Memaksakan kehendak kita justu menambah antipati akan yang namanya kemanusiaan.

“Mereka butuh tempat untuk menampung keluh kesah, bukan hakim yang memutuskan salah atau benar. Jika kita bersikap antipasti, bagaimana mereka mau percaya pada kita? Kalau dekat saja belum bagaimana mau berdakwah?” Itulah salah satu perkataan Kak Sinyo yang masih saya ingat sampai sekarang.

Artikel kenapa lelaki lebih memilih berhubungan dengan lelaki.

Yah, walaupun semua yang diceritakan fiksi atau tidak nyata, setidaknya ada riset didalamnya. Inilah yang membantu saya untuk membantu sobat Sokoomah dalam pemasalahan. Selain belajar dari yang ahli, pengalaman menjadi fujoshi mendekatkan saya dengan dunia remaja yang terkadang belum tentu dipahami orang lain.

Apakah menjadi fujoshi memalukan?

Menjadi seorang fujoshi itu sebuah proses sekaligus pengalaman. Tidak dibenarkan untuk menikmatinya, tetapi untuk lepas pun tak mudah. Bagai candu, yaoi sendiri memiliki daya tarik yang tak didapat dari cerita lain.

Bagi yang sudah menjadi fujoshi, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk lepas atau setidaknya mengontrol diri, di antaranya:

  1. Memaknai makna malu

Malu mengindikasikan apa yang kita lakukan sebenarnya berada dalam koridor abu-abu yang seringkali dibenarkan oleh akal dengan segala alasannya. Emosi yang mengindikasikan sebuah kekeliruan seakan ditekan dan dibungkam. Inilah yang pelu kita pahami.

Malu merupakan tahap awal,seakan tak dianggap dan hanya sebuah proses. Nyatanya, malu ini merupakan penjaga terakhir bagi kita untuk melindungi dari zina di kala sendirian. Kalau malu ini dihilangkan begitu saja, kitasudah memasuki gerbang dosa, dengan mengatasnamakan fantasi dan kebebasan.

  • Mencari inspirasi lain

Berusaha mengubah perspektif dengan memaknai inspirasi bisa didapat di mana pun. Walaupun berat, harus diakui kalau cerita BL yang dibuat oleh remaja justru lebih mengedepankan pornografi daripada alu cerita. Untuk itu, demi memperbaiki kualitas tulisan perlu belajar menjadi penulis tahu diri.

Bagaimana maksudnya? Penulis yang tahu akan kualitas tulisan dan memahami jangkauan ceritanya. Bukankah penulis itu dikenang karena tulisannya, apakah kita mau diingat sebagai penulis BL?

  • Menari rezeki  dengan jalan halal

Seorang fujoshi yang pandai menulis seringkali melepaskan imajinasi dalam sebuah cerita. Peringatan 18+, 21+, atau tulisan mengandung adegan orang dewasa telah beralih menjadi sebuah undangan atau tantangan.

Kebebasan inilah yang membuat cerita menjadi miskin moral dan pesan. Namun, kenyataannya tak dapat dipungkiri segala sesuatu yang menantang itu justru mengundang. Inilah yang terjadi. Pembaca banyak pendapatan pun melimpah. Siapa yang tidak mau apalagi bagi remaja yang keinginannya masih belum terkendali.

Sebagai pengingat, cobalah untuk memaknai dampak yang kita tulis!

  • Berdoa, memohon pengampunan.

Hati yang kering dapat memicu seseorang untuk keras kepala dan sulit menerima hikmah dari kehidupan yang ada. Terimalah diri sebagai seorang fujoshi. Itu bukan sesuatu yang memalukan. Kelenturan hati membuat kita lebih peka akan kehidupan di sekitar, tidak hanya berfokus di kehidupan percintaan saja.

Bagaimanapun, Allah pemilik hati. Hanya Ia yang mampu membolak-balikkan hati manusia. Pun dengan kita, keinginan yang menggebu ini siapa tahu dapat behenti. Kalau masih sulit, kita tak perlu terlalu larut di dalamnya. Yakinlah, pasti ada titik jenuh untuk melakukannya. Disinilah kita akan menemukan pandangan baru tentang kehidupan.

Semangat untuk berbenah ya.

Bantul, 25 Juli 2021

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *