Malam Menegangkan Bersama Bocil

Trigger

Malam hari semua berjalan seperti biasa, saya sibuk melipat baju dan membereskan mainan bocil. Suami berkutat dengan mobil dan segala onderdilnya. Sedangkan bocil sesekali bermain game, kadang pula berlarian di antara saya dan suami.

Menjelang jam tidur, tidak seperti biasanya bocil berkata lapar dan ingin makan. Saya menatapnya tajam, tapi kemudian ia hanya memandang saya dengan memelas sembari berkata, “Hakim tidak boleh makan?”

Saya hanya terdiam. Padahal setelah maghrib tadi, ia sudah makan dengan lahap plus susu dan kue. Ah, saya pun kalah. Ya sudah, melihat bocil tak kuat menahan rasa laparnya, saya menggorengkan nuget. Ia pun makan sendiri di depan laptop, sedangkan saya pamit tidur duluan di sebelahnya karena rasa kantuk dan lelah sudah tak tertahankan.

“Setelah selesai makan, piringnya taruh di meja makan ya?”

Bocil pun mengangguk, setelah itu saya mengecupnya dan tak berselang lama sudah masuk ke dunia mimpi,

Di tengah malam, saya terbangun. Laptop sudah dimatikan, bocil terlelap di samping saya sedangkan pintu depan masih terbuka. Jadilah, saya segera menutup pintu setelah menuntaskan hajad di kamar mandi.

Ketika melihat bocil tertidur, saya merasa ada yang aneh. Ia terlihat meringkuk memeluk guling. Biasanya ia senang melepas semuanya, kalau dibiarkan, baju dan celana pendek dilepas hanya menyisakan kaos dan celana pendek. Pun ia tidur tanpa bantal, guling, apalagi selimut. Namun, saya tak mau berpikiran lebih jauh, mungkin karena ia kedinginan. Selimut pun saya tutupkan ke badannya.

Menjelang pukul 03.00, saya merasa ada yang memeluk saya. Bocil semakin mendekat tetapi matanya tertutup. Saat saya memeluknya, ia terlihat menggigil. Saya pun terbangun dan segera meraba badannya. Sangat dingin.

“Nang, bangun, kenapa? Rasanya dingin?”

Ia hanya mengangguk tetapi badannya bergetar. Tanpa menunggu waktu, saya oleskan minyak kayu putih, selimut lebih diketatkan, pun bantal guling saya apitkan di kedua sisinya. Tak lupa saya segera memeluknya.

“Masih dingin?” Ia mengangguk.

Saya terus memeluk, mencium dan sesekali memegang kepalanya. Kejadian itu berlangsung hingga subuh. Alhamdulilah nya, mulut bocil yang semula bergemuruh seakan menahan sakit kini sudah tenang. Nafasnya pun lebih teratur dan yang pasti ia sudah tidur kembali. Saat, saya pegang kembali kepalanya terasa panas, padahal sebelumnya sedingin es.

Menjelang pagi, bocil terbangun diselingi batuk. Beruntung dahak dapat keluar dengan  keadaan kental berwarna putih. Itu pun dalam jumlah banyak.

Memang beberapa hari yang lalu bocil batuk dan panas. Namun, itu hanya berlangsung tiga hari. Entah, kenapa hari ini bisa terulang lagi secara tiba-tiba.

Semoga bukan sesuatu yang serius.

Reflective Listening

Di pagi hari, kondisi bocil sudah membaik. Matanya masih sayu, tetapi panasnya sudah turun. Ia pun selincah biasanya. Di saat seperti ini saya lebih banyak melayani.

“Hakim sakit.” Keluhnya seraya rebahan di kasur.

“Hakim sakit bagian mana, Nak? Kepala, leher ataukah perut?”

Bocil menunjuk bagian leher. Setelah itu, saya masih harus memberikan beberapa pertanyaan secara detail dan mengkonfirmasinya.

“Kemarin Hakim makan dan minum apa?”

“Makan ayam goreng dan teh.”

“Hanya makan ayam goreng dan teh yang diberikan ibu?”

Bocil menggeleng. “Kemarin beli teh di luar.”

Yah berbincang dengan Bocil itu memang perlu kesabaran. Untuk menggali apa yang terjadi, saya pun aktif memberikan pertanyaan padanaya.

Walau jawaban bocil kadang dirasa ngawur, saya perlu mengulik lebih jauh lagi. Mungkin ia belum tahu apa yang dirasakan ataukah bingung menjelaskan apa yang dimaksud. Memberikan refleksi terhadap apa yang ia rasakan membantu saya untuk mengidentifikasi keadaan yang sebenanrnya.

Mengganti Kata Tidak Bisa Menjadi Bisa

Minum air putih salah satu jalan untuk menunjang kesembuhan bocil. Selain agar terhindar dari dehidrasi juga membuatnya terjaga. Sayangnya, bocil selama ini anti minum air putih. Katanya rasa air putih tidak enak.

“Nang, kamu bisa melakukannya. Minum gelas kecil ini saja, daripada minum obat lo.”

Bocil menolak. Tidak hanya sekali, tetapi berkali-kali.

Tantangan mengganti kata tak bisa minum air putih hingga bisa minum air putih butuh perjuangan panjang. Pun ketika suami turut membujuk masih menunjukkan hasil nihil. Jadilah, saat periksa saya mengatakan keresahan itu ke dokter.

Dokter memberi saran untuk terus membujuk karena itu memang penting. Apalagi kalau tidak ada asupan makanan atau minuman lain yang bocil konsumsi. Kalau tidak, lebih baik ngamar saja. Saya pun hanya terdiam, pun dengan bocil.

Selama perjalanan dari klinik ke rumah, saya sudah pusing. Ah bagaimana lagi cara membujuk bocil. Semakin dipaksa, ia justru malah muntah. Melihat saya terdiam, suami mencoba menenangkan, tapi tak ada yang membaik.

Ah, sudahlah. Bismillah.

Entah bagaimana, sebelum suami membuka pintu garasi, bocil tiba-tiba minta minum air putih. Saya pun hanya tercengang, seakan tak percaya.

“Kalau tidak minum air putih, Hakim bisa tambah sakit? Nanti Hakim tak sembuh? Tidak bisa jalan? ….”

Secara perlahan dan beruntun, bocil berkata seperti apa yang dokter katakan. Ah, walau ia terlihat diam ternyata ia mendengarkan dan memahami apa yang ornag lain katakan. Walau bukan dari mulut saya sendiri, Alhamdulillah ia masih mau mendengarkan pesan positif itu.

Ternyata, kalau mindset diubah dengan sukarela oleh yang bersangkutan, kata tidak bisa itu terganti dengan kata bisa. Tak perlu lama. Bisa saja dalam waktu singkat.

Alhamdulillah, malam ini bocil sudah minum air putih segelas lebih. Semoga esok menjadi lebih baik lagi. Salam sehat untuk semua.

#tantanganzona2

#harike-11    #bundasayang8

#institutibuprofesional

#ibuprofesionaluntukindonesia

#bersinergijadiinspirasi

#ip4id2023

Related Posts

10 thoughts on “Malam Menegangkan Bersama Bocil

  1. You’re so awesome! I don’t believe I have read a single thing like that before. So great to find someone with some original thoughts on this topic. Really.. thank you for starting this up. This website is something that is needed on the internet, someone with a little originality!

  2. Hey very nice site!! Man .. Beautiful .. Amazing .. I’ll bookmark your blog and take the feeds also…I’m happy to find numerous useful info here in the post, we need develop more techniques in this regard, thanks for sharing. . . . . .

  3. I loved even more than you will get done right here. The picture is nice, and your writing is stylish, but you seem to be rushing through it, and I think you should give it again soon. I’ll probably do that again and again if you protect this hike.

  4. I am not sure where youre getting your info but good topic I needs to spend some time learning much more or understanding more Thanks for magnificent info I was looking for this information for my mission

  5. Just wish to say your article is as surprising The clearness in your post is just cool and i could assume youre an expert on this subject Fine with your permission allow me to grab your RSS feed to keep updated with forthcoming post Thanks a million and please keep up the enjoyable work

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *