Menjadi Sahabat Remaja dalam Menentukan Masa Depan

“Sebagai orang tua milineal kita memiliki banyak kelebihan, salah satunya akses pendidikan yang mudah. Hindari bersikap paling benar apalagi menyalahkan pendidikan orang tua kita terdahulu.”

Pembukaan dari dr. Aisah Dahlan, CHt, CM.NLP di seminar parenting yang diadakan Universitas Baktrie memberikan pesan mendalam. Pembahasan tentang remaja dengan segudang tantangan memang menarik. Apalagi ketika ada aspek labil yang menonjol.

Sebagai pakar Neuroparenting, materi dikemas secara rasional dan masuk akal. Semuanya dimulai dengan syaraf, hormon dan juga perkembangan otak.

“Anak memang terlahir bersih seperti kertas, orang tua adalah orang pertama yang merangkaikan simpul-simpul kasih sayang dan pengetahuan di otaknya.”

Keluhan orang tua mengenai remaja salah satunya perihal sulit dinasehati! Namun, bukannya menjawab, pemateri yang dipandu oleh Aprilina Prastari, M.Si. ini justru balik bertanya.

Kapan kita memberikan nasihat?

Apakah kita memberikan nasihat yang sama antara anak laki-laki dengan perempuan?

Apakah kita marah kalau anak balik memberikan pertanyaan ataukah kritik?

Akil dan Balig

Purbetas adalah proses perubahan dari masa anak-anak menuju dewasa. Proses perubahan disebabkan oleh perubahan hormon dalam tubuh. Dalam Islam, pubertas ini diibaratkan sebagai akil balig.

Akil bermakna memiliki kedewasaan mental, sedangkan balig kedewasaan fisik. Akil dan balig bisa berjalan bersamaan, tetapi di masa sekarang balig seringkali mendahului akil. Dalam perubahan balig, pemenuhan nutrisi menjadi faktor utama. Selain itu, lingkungan juga dapat memberikan pengaruh walau tidak signifikan.

Sebelumnya, perempuan memasuki SMP baru mengalami menstruasi, tetapi sekarang SD (9-12) sudah mengalaminya. Pun untuk anak laki-laki. Inilah yang namanya penurunan umur.

Lebih mudahnya silakan disimak perbedaan berikut:

AKILBALIG
Dewasa mentalDewasa fisik
Pengaruh pendidikanPengaruh nutrisi
Perkembangan akalBerkembangnya nafsu
Fungsi tanggungjawabFungsi reproduksi
Mandiri tanggungjawabLife and death instinct
Peran ayah dan ibuPeran ibu dan ayah

Dinamika Remaja

Slide Materi

Sebagai masa peralihan, percobaan yang dilakukan remaja pun semakin banyak. Apalagi ketika remaja mencari pencarian jati diri. Layaknya sebuah kurva kehidupan, remaja juga terus-menerus berubah, bergerak secara aktif dan mengalami perkembangan berarti.

Remaja dini (9-12)

Dalam masa ini, remaja sudah menunjukkan ketertarikan pada teman pergaulannya. Perempuan sudah mulai ada keinginan untuk mempercantik diri, entah dari penampilan, sikap ataukah gaya bicara. Semua digunakan untuk bisa diterima di lingkungan pertemanan. Pun untuk laki-laki.

Sayangnya, dalam perkembangan yang terlalu cepat, ada kecemasan tersendiri. Salah satunya perihal kebebasan. Bahkan ada yang takut untuk memasuki masa ini dengan alasan takut tidak dibelikan mainan lagi, takut tidak boleh main game, dll.

Ada juga yang merasa tidak nyaman saat tahu mulai menstruasi dan mimpi basah. Bayang-bayang kehamilan bila “bersentuhan” dengan lawan jenis membuat mereka lebih protektif pada diri sendiri. Namun, di saat bersamaan godaan untuk bersama dengan lawan jenis pun meningkat.

Jika anak memasuki tahapan gerbang remaja dengan cepat, orang tua perlu membekali akan informasi mengenai menstruasi ataupun mimpi basah.

Menstruasi harus ditangani, selain penjelasan siklus yang selalu berulang ini, juga perlu diperhatikan mengenai nyeri atau tidak dan penggunaan pembalut (pendek/panjang, kapan berganti, bagaimana cara membersihkan dan membuangnya).

Bagi anak laki-laki dijelaskan perbedaan mani, madzi dan wadi!

Mimpi basah tidak selalu berbentuk mimpi erotik, terkadang karena testisnya terlalu penuh sperma jadi dikeluarkan secara alami. Jika anak belum tahu, kita perlu melihat dan memperhatikan celana dalam anak.

Untuk lebih mudahnya, ada yang mengatakan kalau mani itu berbau seperti akasia. Mani tidak banyak, biasanya hanya 5 cc atau satu sendok teh yang mengandung 200 juta sampai 500 juta sperma. Area yang basah pun tak banyak, tetapi terasa lengket.

Di sinilah kita juga perlu mengenalkan mandi junub!

Air madzi berupa cairan putih bening dan agak kental, keluar tidak memancar (tidak orgasme) dan membuat lemas. Keluar saat aktivitas atau melihat sesuatu yang erotis. Cukup dengan membersihkannya dengan air kemudian wudu. Tidak perlu mandi.

Wadi berupa cairan putih kental yang keluar dari kemaluan seseorang setelah kencing atau mungkin setelah melakukan pekerjaan yang melelahkan. Wadi dapat membatalkan wudu.

Remaja tengah (14-18)

Perubahan fisik semakin terasa dan terlihat. Mulai dari bentuk payudara yang semakin berkembang dan menarik ataukah adanya rambut di area pubis. Untuk laki-laki, suara pun berubah apalagi bentuk tubuhnya.

Di usia ini pengaruh teman sangat dominan, orang tua dijadikan sebagai pendamping. Jika orang tua terlalu otoriter, remaja dapat “memberontak” dan menunjukkan sikap yang dianggap berandalan.

Bagi anak perempuan, mereka mulai terpancar pikirannya. Banyak hal yang bisa menjadi perhatian. Sebaliknya, bagai anak laki-laki mereka lebih mudah fokus dalam melakukan sesuatu dan  memaknai hubungan dengan orang lain.

Remaja lanjut (19-21)

Dalam hal fisik perkembangan sudah maksimal. Sedangkan dalam pola pikir mereka sudah menemukan jalan dan dapat mengarahkan diri untuk menemukan jati diri.

Dalam berhubungan dengan keluarga atau lingkungan, mereka sudah dapat mengambil sikap dan menentukan pilihan.

Perkembangan Otak Manusia

Kelenjar pituitari menstimulasi hormon reproduksi, yang bersamaan juga memproduksi hormone cinta, kasih sayang. Dari sanalah alam bawah sadar dibangun.

Kedewasaan mental sendiri terjadi dari keterikatan sel dan neutransmiter yang ada di sana.  Semakin bertambahnya usia, warna otak manusia semakin abu-abu karena banyak meresap informasi.

Sayangnya, ikatan ini lebih lemah di masa sekarang daripada orang zaman dahulu yang masih menggunakan cara tradisional. Zaman sekarang, semuanya dapat dicari dengan mudah, semisal ingin mengetahui fungsi homon, kita tinggal mencari di google.

Dulu kita perlu membaca buku, menyalin dan juga membaca lagi kalau mau ujian.

Ciri khas di zaman modern ini memang memudahkan. Namun, tak ada tantangan untuk menggunakan ingatan. Semua ini karena kemudahan teknologi. Kecuali kalau kita mau mencari, membaca dan menuliskan kembali.

Perkembangan Hormon

  1. Bagi Perempuan

Hormon estrogen lebih mendominasi dan mempengaruhi perilaku harian anak perempuan, kriterianya antara lain:

  1. Sang ratu
  2. Berkuasa, memegang kendali dan mendominasi
  3. Temannya dopamine, oksitosin, asetikolin dan norefinefrin (senyawa-senyawa otak yang menimbulkan rasa senang)
  4. Kadang menjadi penggoda agresif, salah satu fungsinya untuk menarik perhatian lawan jenis.
  5. Esterogen mengaktifkan otak untuk:
  • Lebih banyak bicara
  • Supel/ berinteraksi dengan teman sebaya
  • Sering memikirkan tentang pria
  • Mencemaskan penampilan
  • Lebih mudah stres
  • Menunjukkan emosi secara berlebih

Progesteron

  • Walau tidak terlalu terkenal, tetapi progesteron layaknya sebagai adik yang berkuasa bagi esterogen
  • Muncul sebentar-sebentar dan kadang seperti awan badai yang membalik efek esterogen
  • Pada waktu lain menjadi agen penstabil
  • Valiumnya otak, agen penenang saraf
  • Bagi laki-laki

Testosteron lebih mendominasi, fungsinya antara lain:

  • Membantu perkembangan organ kelamin dan mengubah suara jadi lebih berat.
  • Membantu produksi sperma.
  • Menjaga kesuburan.
  • Mempertahankan gairah seksual.
  • Mendorong pertumbuhan rambut pada wajah dan tubuh.
  • Membantu tubuh membakar lemak dengan lebih efektif.
  • Meningkatkan massa otot.
  • Membantu produksi sel darah merah.
  • Memelihara kepadatan tulang dan diduga dapat menjaga kesehatan jantung.

Apa yang Harus Dilakukan?

  1. Memberikan pendidikan yang berani dan tegas. Bagaimanapun persaingan lebih keras, usaha pun harus semakin ditingkatkan.
  2. Membangun tanggung jawab anak.  Biarkan anak merasakan resiko dari tindakannya
  3. Memberi kesempatan anak untuk memecahkan masalah sendiri, orang tua sebagai pendamping
  4. Mengetahui karakteristik dasar anak sesuai jenis kelamin: Anak perempuan curhat hanya ingin disimak. Se
  5. Langkah orang tua berkomunikasi dengan anak sesuai Al-Imron 159:
  • Orang tua berdoa untuk melembutkan hati. Bagaimanapun urusan hati itu hak peerogatif Allah, bukan bakat apalagi potensi.
  • Ajak diskusi anak.
  • Komitmen
  • dangkan anak laki-laki curhat untuk menyelesaikan solusi

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.