Rezeki mendapat Adik Ipar yang Baik

Trigger

Hari ini bocil akan rekreasi kelas. Dalam rangka penutupan akhir pelajaran, ia akan berlibur ke water park di salah satu wahana terkenal di Kulon Progo. Persiapan sejak semalam sudah dilakukan. Baju renang, baju ganti, alat mandi, handuk, minyak kayu putih dan sisir juga sudah masuk tas. Tak lupa bekal pun sudah dipersiapkan sejak subuh.

Berangkat pukul 06.30 mengharuskan kami berangkat setengah jam sebelumnya. Selain mengantisipasi adanya keterlambatan juga menghindari kemacetan. Namun, sayang sekali. Sewaktu akan berangkat suami tak bisa mengantar. Motor pun mengalami kendala.

Di saat seperti itu, beruntung adik ipar langsung menawarkan diri untuk mengantar kami ke sekolah. Bahkan, ia rela menjemput saat kami akan pulang nanti.

Apakah itu hanya kebaikan sesaat? Tidak juga. Selama menjadi adik ipar selama ± 7 tahun, ia sudah seperti itu. Di awal waktu hubungan kami seakan dibatasi tembok. Selain karena jarang berinteraksi juga karena saya memang tidak terlalu banyak omong. Pun dengannya.

Semuanya mulai berubah tatkala kami tinggal bersama selama 3 tahun belakangan ini. Semenjak ditinggal suami bekerja di luar kota, adik iparlah yang menemani. Yah, dari pada ngekos mahal, sembari kuliah ia bisa sekaligus menemani saya dan bocil.

Bisa dibilang, hubungan kami membaik dan semakin erat sejak saat itu. Layaknya kakak adik, ke mana pun kami dikira saudara kandung. Bahkan, di lingkungan sekitar sayalah yang dikira kakak kandungnya daripada suami.

Mungkin karena selama ini ia tidak pernah punya saudara perempuan, jadinya ia malah lebih terbuka dan lapang dada menghadapi saya, daripada dengan suami. Kalau dengan kakaknya, ia justru terlihat lebih sering bertengkar atau berselisih paham.

Ungkapan Tulus Melalui Emosi yang DItampakkan

Sejak awal, saya sudah menjelaskan perihal siapa diri saya kepada adik ipar. Saya bukan orang yang pandai basa-basi. Kalau suka ya bilang suka, kalau tak suka bisa dilihat dari emosi yang saya tampilkan di wajah. Saya termasuk orang yang tak pandai menyimpan perasaan. Lebih baik diam daripada harus menampakkan kepalsuan.

Dari apa yang dia lakukan, tentu saja membuat saya juga merasa lega. Selain ungkapan terimakasih, saya belajar untuk jujur dengan perasaan yang saya alami. Semua itu saya tampakkan dengan memberikan oleh-oleh tentunya.

Di lain waktu, kalau adik ipar curhat perihal apa yang dialaminya, saya juga berusaha untuk menyimak dengan sepenuh hati. Selain merespons, juga memberikan saran kalau ia berkenan. Namun, semua itu jarang saya lakukan. Biasanya adik ipar lebih membutuhkan teman cerita daripada menantikan ceramah atau wejangan.

Darinya saya juga belajar ketulusan. Ia yang mungkin kurang nyaman karena harus tinggal bersama saya, rela melakukannya demi bakti pada orang tua. Ini semua awalnya permintaan mertua.

Pun walau dia tidak cocok dengan kakaknya, ia mampu menyayangi bocil dengan segala kekurangannya. Ia bisa meluangkan waktu untuk main bersama bocil, bahkan ia tak bisa marah pada bocil. Istilahnya, ia lebih sering mengalah.

Yah, walau tak selamanya hubungan kami baik, perselisihan atau ketidaksesuaian diminimkan dengan memperbaiki komunikasi yang ada. Pun kalau dirasa terlalu berat, saya butuh jeda untuk menyendiri dan kami mencoba untuk menyesuaikan semua itu.

Perbaikan di Masa Depan

Sensitifitas saya perlu ditiungkatkan. Selama ini saya sering merasa masa bodoh pada orang lain. Namun, semenjak hidup bersama, saya mencoba untuk lebih berkompromi pada diri sendiri dan lebih menghargai kepentingan orang lain.

Semoga saya bisa menjadi pribadi yang lebih ikhlas.

#tantanganzona2

#harike-7

#bundasayang8

#institutibuprofesional

#ibuprofesionaluntukindonesia

#bersinergijadiinspirasi

#ip4id2023

Related Posts

2 thoughts on “Rezeki mendapat Adik Ipar yang Baik

  1. It was great seeing how much work you put into it. Even though the design is nice and the writing is stylish, you seem to be having trouble with it. I think you should really try sending the next article. I’ll definitely be back for more of the same if you protect this hike.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *