Sahabat itu….(Nano-nano kehidupan)

Edisi kangen sahabat
 
 
Sampai sekarang aku belum mengetahui benar apa artinya sahabat?
Saat kita bahagia dan bisa tertawa bersama….jeprat jepret sana sini sangatlah membahagiakan. Namun tawa ini akan bertahan berapa lama? Bukankah kapal persahabatan nantinya juga akan diterpa badai juga? Saat kita tidak bisa bertahan dan mempertahankan kapal ini dalam mengarungi samudra kehidupan maka kita sendirilah yang akan hancur.
Saat sahabat bahagia dan kita tidak, bagaimana perasaan kita? Saat kita sama-sama mengikuti kompetisi, padahal kita yang mengajak dan mendaftarkannya namun ternyata justru ia yang menjadi juara. Apakah kita Ikut bahagia atau justru merasa iri?
Saat kita tersakiti oleh orang yang kita percaya, perut ini rasanya mual, penuh, tidak enak makan dan semuanya serba salah. Rasa sebal, marah terkadang semakin memuncak dan ingin meledak. Ingin berucap namun sulit, mau minta maaf ah gengsi. Namun jika dibiarkan hati semakin tersiksa…. Sampai kapan rasa iini bertahan diantara persahabatan kita?
Jika sahabat ternyata membuat kita kecewa, apakah kita akan menyalahkannya ataukah justru kita yang berinstropeksi diri?
Saat sahabat bercerita kau hanya sekedar sebagai pendengar setia ataukah sebaliknya? Kau membantu mencarikan solusi ataukah tidak?
Saat sahabat sakit, berusaha untuk menemani walau perasaan kita bercampur aduk. Sisa marah, lelah dan perasaan lainnya semakin menguap… ataukah kita tidak peduli akan kondisinya?
Jarak yang memisahkan antar sahabat apakah akan membuat hubungan ini luntur? Apakah kau akan tetap menghubunginya setiap hari? Apakah akan tetap ada cerita di antara kalian?
Jika mencintai orang yang sama dengan sahabat kita pa yang akan kita lakukan? Apakah mengalah seperti di film-film korea atau sinetron. Ataukah kita akan memperjuangkannya? Atau kalian akan tetap mempertahankan sahabat melebihi apapun?
Apa sebenarnya arti sahabat bagimu? Teman berbagi suka dan duka (wah klise sekali….).
Apakah kau selalu meningkatkan ilmu dan kepekaan perasaanmu untuk membantu sahabatmu?
Jika ada sahabatmu yang salah, bagaimakanah kau akan memberitahunya? Ataukah justru kau akan membiarkannya terjerumus ke dalam lubang kesalahannya? Bahkan dengan setia membelanya dan mencari alas an pembenanrannya?
Saat kau mengatakan kami bertiga bersahabat….lima sekawan …atau apapun namanya. Apakah semuanya dapat memahamimu luar dalam. Benarkah tidak ada kecondongan diantara kalian? Benarkah kalian klop dan kompak satu sama lain….?
Hei… teman….  Sobat….
Sahabat itu satu diantara seribu orang, setiap orang bisa menjadi teman namun untuk menjadi sahabat belum tentu. Pertemanan yang dijalin selama lima tahun belum tentu bisa dikatakan sebagai persahabatan jika ternyata didalamnya tidak ada cinta kasih untuk saling memberi dan menerima. Dalam persahabatan tidak ada posisi yang lebih tinggi. Ketua apa lagi…..itu namanya orgaisasi bukan persahabatan. Sahabat itu tentang rasa….
So adakah rasa itu yang kau temukan dalam hidupmu? Nano-nano kehidupan….manis, asam asin…rame rasanya…..
Mencari sahabat sejati tidaklah mudah jika kau tidak mampu mengupgrade diri. Janganlah terlalu banyak menuntut, sahabat bukanlah Tuhan. Ia juga manusia seperti dirimu, punya raga, hati dan pikiran. So perbaikilah diri sendiri hingga kau memang pantas untuk mendapat sahabat sejatimu.

Salam sayang keluarga D.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *